Banyak pasien merasa:
- Ketakutan dan kecemasan: "Apa yang akan terjadi pada saya?"
- Kesedihan mendalam: "Kenapa ini harus terjadi pada saya?"
- Merasa sendirian: Sulit untuk membicarakan rasa sakit dan emosi dengan orang lain.
- Perubahan identitas: Akibat dari pengobatan, seperti kehilangan rambut atau kondisi tubuh yang lemah.
Psikolog menyebut kondisi ini sebagai distress kanker—gabungan emosi negatif yang memengaruhi kualitas hidup pasien.
Dukungan dari keluarga, teman, dan komunitas sangat penting. Pasien kanker membutuhkan dukungan untuk menjalani proses pengobatan yang berat dan panjang. Sebagai care giver, usahakan bukan hanya memberikan kalimat "Kamu harus kuat.", "Semua akan baik-baik saja."
Akan lebih baik, katakan:
"Aku di sini kalau kamu butuh teman untuk cerita"
"Aku bisa bantu apa untukmu hari ini?"
Jangan Memaksa mereka untuk selalu positif, mereka berhak merasa sedih. Validasi emosi mereka dengan berkata:
"Wajar jika kamu merasa sedih atau marah."
"Aku mengerti ini berat untukmu."
Daripada berkata "Kalau butuh apa-apa, bilang ya," cobalah langsung menawarkan sesuatu yang spesifik:
"Boleh aku bantu belanja kebutuhanmu?"
"Mau aku temani ke dokter?"
Komunitas pasien kanker bisa jadi ruang aman untuk berbagi pengalaman. Bantuan profesional seperti psikolog juga dapat membantu mengelola emosi.
Kanker adalah perjalanan panjang. Dengan dukungan psikologis yang tulus, pasien bisa merasa lebih kuat dan tidak merasa sendirian. Mari saling menguatkan
07.00 - 20.00 WIB