Belum Ada Obat, Belum Ada Vaksin Ini Fakta Serius tentang Virus Nipah

dr. Andi Rakhmad Saro Waruwu, SpPD
Author dr. Andi Rakhmad Saro Waruwu, SpPD

Apa Itu Virus Nipah?

Virus Nipah adalah virus yang bukan main seriusnya. Ini termasuk virus zoonotik, artinya menular dari hewan ke manusia, terutama dari kelelawar buah (fruit bats) yang jadi “pembawa alami” virus ini.

Penularan dapat melalui :

  • Kontak langsung dengan air liur, air kencing, kotoran dan darah dari reservoir (fruit bats)
  • Memakan daging dari hewan yang terinfeksi virus nipah ataupun terkena air liur  air kecing, kotoran dan darah dari hewan ternak atau hewan peliharaan yang terinfeksi virus nipah
  • Kontak langsung dengan air liur, air kencing, kotoran ataupun darah dari manusia yang menderita virus nipah

Gejalanya bisa mulai dari demam, nyeri otot, batuk sampai gangguan pernapasan dan radang otak (ensefalitis) yang parah.
Sayangnya, sampai sekarang belum ada vaksin atau obat khusus yang terbukti bisa menyembuhkan virus ini. Perawatan yang ada saat ini, hanya untuk membantu tubuh melawan gejalanya.

Tingkat kematian pada kasus serius bisa mencapai 40–75% 

 Di Mana Virus Ini Pertama Kali Ditemukan?

Virus Nipah pertama kali muncul di Malaysia dan Singapura pada tahun 1998–1999 di sebuah peternakan babi di dekat Sungai Nipah, dari sinilah virus ini jadi dikenal.

Virus ini kemudian juga memicu wabah berulang di beberapa negara Asia Selatan, terutama Bangladesh dan India.
Belakangan ini, India kembali melaporkan kasus virus Nipah, dan membuat negara-negara Asia (termasuk Indonesia) meningkatkan pengawasan di bandara dan pelabuhan.

Perlukah Masyarakat Indonesia Waspada?

Belum ada kasus manusia virus Nipah di Indonesia sampai sekarang. Namun, pemerintah dan ahli kesehatan tetap mengingatkan:

  • Virus ditemukan pada kelelawar di Indonesia sebelumnya, tapi hanya pada hewan, bukan pada manusia.
  • Karena Indonesia punya banyak kelelawar buah sebagai reservoir potensi virus ini, risiko menyebar tetap perlu diwaspadai.

Kepala instalasi kesehatan dan pakar epidemiologi menyebut kita tidak perlu panik berlebihan, tetapi tetap harus tanggap dan sadar risiko.

Tips Supaya Terhindar dari Virus Nipah

Ini langkah sederhana yang bisa kita lakukan bersama:

  • Cuci tangan pakai sabun secara rutin.
  • Hindari kontak dengan kelelawar atau hewan ternak yang sakit.
  • Cuci bersih buah & sayur sebelum dimakan.
  • Jika kamu flu berat, demam tinggi, atau ada gejala pernapasan segera konsultasi ke fasilitas kesehatan.
  • Buang buah jika ada bekas gigitan kelelawar
  • Cuci bersih buah dan kupas kulitnya
  • Memasak daging hingga matang

Prinsip utama pencegahan tetap perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta kewaspadaan, bukan ketakutan berlebihan.

Yuk, lebih waspada tanpa panik. Informasi kecil hari ini bisa jadi perlindungan besar besok, jangan lupa share ke keluarga & teman supaya kita bisa bersama meningkatkan kewaspadaan akan virus nipah!