Berita

Mamografi, Akurat Deteksi Kanker Payudara

Jawa Pos | Rabu, 27 November 2019, 10:29 WIB

-

Kanker payudara menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Karena itu, diperlukan pencegahan sejak dini. Caranya dengan screening payudara dengan sistem mamografi yang memberikan hasil akurat.

Dokter spesialis radiologi Rumah Sakit (RS) Indriati, dr. Nolli Kresoni, SpRad menjelaskan, mamografi merupakan prosedur pemeriksaan untuk mendeteksi dan mendiagnosis masalah atau penyakit pada payudara, termasuk kanker.

Prosedur ini sangat bermanfaat bagi perempuan, terutama yang keluarganya memiliki riwayat kanker payudara. Mamografi berfungsi mendeteksi kanker sedini mungkin. Semakin cepat terdeteksi, kanker lebih mudah diobati dan disembuhkan. Alat mamografi milik RS Indriati menggunakan teknologi dan software terbaru, sehingga dapat mendeteksi kanker meskipun belum menunjukkan gejala.

“Bedanya dengan (cara) yang konvensial, ini (mamografi) nggak sakit ketika ditekan pada payudara saat pengambilan gambar. Hasilnya juga lebih jelas, karena langsung ditransfer ke komputer dan dapat hasilnya cepat terbaca. Selain itu, semua sektor atau divisi medis yang berkepentingan mengenai kanker payudara ini bisa membaca. Jadi sudah terintegrasi,” jelas Nolli, kemarin (26/10).

Menurutnya, mayoritas perempuan enggan melakukan deteksi dini atau memeriksakan payudaranya karena takut merasakan sakit, atau bisa jadi belum siap mengetahui hasilnya. Padahal, semakin cepat diketahui, maka proses penyembuhan kanker makin efektif. Sebab itu, Nolli mengimbau para perempuan tidak takut memeriksakan payudaranya.

Lebih lanjut diterangkan dokter berkerudung ini, bagi perempuan berusia di atas 40 tahun sebaiknya melakukan screening payudara secara rutin minimal satu kali setahun. Mengingat risiko kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia. Bagi perempuan berumur di bawah 40 tahun disarankan melakukan USG.

Sebelum menggunakan mamografi, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui riwayat kesehatan. Informasikan perubahan atau masalah payudara yang dirasakan.

Sebaiknya mamografi dilakukan saat payudara dalam keadaan normal. Artinya, tidak terasa nyeri atau bengkak seperti saat PMS atau menstruasi. Itu agar hasil lebih akurat. “Tidak ada yang perlu dikhawatirkan untuk hasil yang lebih baik,” pungkas Nolli. (gis/wa)
(rs/gis/per/JPR)

Sumber Berita : Koran Jawa Pos – Radar Solo edisi Selasa, 29 Oktober 2019.