Waspadai! Kebiasaan yang Sering Dilakukan Sehari-hari Dapat Meningkatkan Risiko Kanker

Kanker merupakan penyakit yang terjadi ketika sel-sel tubuh tumbuh secara tidak normal dan tidak terkendali, kemudian dapat menyebar ke jaringan maupun organ lain. Menurut World Health Organization (WHO), sekitar 30–50% kasus kanker sebenarnya dapat dicegah melalui pengendalian faktor risiko serta penerapan pola hidup sehat. Sayangnya, banyak orang baru menyadari pentingnya menjaga kesehatan setelah muncul keluhan. Padahal, berbagai kebiasaan yang tampak sederhana dan sering dilakukan setiap hari dapat meningkatkan risiko kanker apabila berlangsung dalam jangka waktu lama.


Kebiasaan yang Sering Dilakukan Sehari-hari dan Dapat Meningkatkan Risiko Kanker


•    Merokok dan Terpapar Asap Rokok
Merokok merupakan salah satu penyebab utama kanker yang sebenarnya dapat dicegah. Menurut World Health Organization (WHO), asap rokok mengandung lebih dari 7.000 zat kimia, dengan sedikitnya 70 zat bersifat karsinogen atau dapat memicu terbentuknya sel kanker. Risiko ini tidak hanya dialami oleh perokok aktif, tetapi juga perokok pasif yang sering menghirup asap rokok di lingkungan sekitar.

Semakin lama seseorang terpapar asap rokok, semakin besar pula risiko kerusakan sel yang dapat berkembang menjadi kanker. Risiko tersebut juga meningkat apabila kebiasaan merokok disertai dengan faktor lain, seperti konsumsi alkohol atau paparan zat kimia tertentu.


•    Terlalu Sering Mengonsumsi Daging Olahan dan Makanan Tidak Sehat
Pola makan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Konsumsi daging olahan seperti sosis, ham, bacon, nugget, dan daging asap secara berlebihan diketahui dapat meningkatkan risiko kanker. International Agency for Research on Cancer (IARC) mengklasifikasikan daging olahan sebagai karsinogen Grup 1, yaitu kelompok yang telah terbukti dapat menyebabkan kanker pada manusia, terutama kanker kolorektal. Konsumsi makanan tersebut secara terus-menerus dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker, terlebih jika disertai pola makan rendah serat dan kebiasaan hidup yang kurang aktif.


•    Kurang Mengonsumsi Buah dan Sayur
Buah dan sayur merupakan sumber vitamin, mineral, serat, serta antioksidan yang dibutuhkan tubuh untuk melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Sebaliknya, kurang mengonsumsi buah dan sayur dalam jangka panjang dapat mengurangi kemampuan tubuh dalam mempertahankan kesehatan sel dan meningkatkan risiko beberapa jenis kanker, terutama pada saluran pencernaan.


•    Memenuhi kebutuhan serat harian.
•    Menyediakan vitamin dan mineral penting.
•    Mengandung antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh.
•    Menjaga kesehatan saluran pencernaan.

WHO menganjurkan konsumsi minimal 400 gram atau sekitar lima porsi buah dan sayur setiap hari. Kurangnya asupan buah dan sayur dalam jangka panjang dapat menyebabkan tubuh kehilangan perlindungan alami terhadap kerusakan sel yang berpotensi berkembang menjadi kanker


•    Jarang Berolahraga dan Kurang Bergerak
Kemajuan teknologi membuat banyak orang menghabiskan waktu lebih lama untuk duduk saat bekerja, belajar, maupun beristirahat. Gaya hidup sedentari atau kurang bergerak dapat menyebabkan gangguan metabolisme, peradangan kronis, serta peningkatan berat badan yang berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker.


Dampak kurang aktivitas fisik antara lain:
•    Berat badan meningkat.
•    Gangguan metabolisme.
•    Peradangan kronis.
•    Ketidakseimbangan hormon tertentu.


WHO menyebutkan bahwa aktivitas fisik yang cukup berperan dalam menurunkan risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker usus besar, kanker payudara, dan kanker endometrium. Sebaliknya, kurang bergerak dalam jangka panjang dapat meningkatkan berbagai faktor risiko tersebut.


•    Terpapar Sinar Matahari Berlebihan Tanpa Perlindungan
Paparan sinar matahari membantu tubuh membentuk vitamin D, tetapi paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan tanpa perlindungan dapat merusak DNA sel kulit dan meningkatkan risiko kanker kulit. Paparan ini dapat terjadi akibat terlalu lama berada di bawah sinar matahari, sering beraktivitas di luar ruangan tanpa pelindung, maupun penggunaan tanning bed. Oleh karena itu, lindungi kulit dengan menggunakan tabir surya, pakaian pelindung, dan membatasi paparan sinar matahari pada jam-jam terik.


•    Mengabaikan Pemeriksaan Kesehatan
Pada tahap awal, kanker sering kali tidak menimbulkan gejala yang khas sehingga banyak penderita baru mengetahui penyakitnya ketika sudah memasuki stadium lanjut. Padahal, deteksi dini dapat membantu menemukan kanker sebelum berkembang lebih jauh sehingga peluang keberhasilan pengobatan menjadi lebih tinggi.


•    Layanan Unggulan Indriati Cancer Center RS Indriati Solo Baru
Selain menerapkan pola hidup sehat dan melakukan deteksi dini, penanganan kanker juga memerlukan pelayanan yang komprehensif. Untuk itu, RS Indriati Solo Baru menghadirkan Indriati Cancer Center, pusat layanan kanker terpadu yang didukung oleh tim dokter multidisiplin, fasilitas diagnostik, dan terapi kanker modern. Layanan ini dirancang untuk memberikan penanganan yang menyeluruh, mulai dari diagnosis, pengobatan, hingga rehabilitasi pasien.


Layanan ini didukung oleh dokter spesialis yang berpengalaman, yaitu:
1.    dr. Mega Yudistira, Sp.Onk.Rad (Dokter Spesialis Onkologi Radiasi).
2.    dr. Nadia Christina, Sp.Onk.Rad (Dokter Spesialis Onkologi Radiasi).
3.    dr. Prima Hari Pratama, Sp.K.N-T.M (Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir & Teranostik Molekuler).
4.    dr. Agus Supriyanto, Sp.K.N-T.M(K) (Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir & Teranostik Molekuler Konsultan).
5.    dr. Patricia Marina, Sp.K.N-T.M(K), FANMB (Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir & Teranostik Molekuler Konsultan)


Layanan yang tersedia di Indriati Cancer Center meliputi:


1.    Radioterapi dengan Teknologi LINAC
RS Indriati Solo Baru menyediakan layanan radioterapi menggunakan Linear Accelerator (LINAC) yang didukung teknologi LINAC Halcyon, IMRT, VMAT (RapidArc), CT Simulator, dan Treatment Planning System untuk memberikan terapi radiasi yang lebih presisi, efektif, dan nyaman.
2.    Instalasi Sitostatika (Kemoterapi)
Layanan kemoterapi (sitostatika) dilakukan sesuai standar keselamatan menggunakan Biological Safety Cabinet (BSC). Terapi disesuaikan dengan jenis dan stadium kanker serta dapat dikombinasikan dengan operasi maupun radioterapi.
3.    Tindakan Operasi Kanker
Pasien dapat menjalani tindakan operasi oleh dokter spesialis sesuai jenis kanker sebagai bagian dari penanganan yang komprehensif.
4.    Pemeriksaan Penunjang Radiologi
Tersedia fasilitas penunjang diagnosis dan evaluasi kanker, seperti MRI 1,5 Tesla, CT Simulator, USG 4 Dimensi, Radiografi Digital, dan Radiologi Intervensi.
5.    PET Scan dan Kedokteran NuklirRS Indriati Solo Baru juga menghadirkan layanan Layanan PET Scan melalui Instalasi Kedokteran Nuklir & Teranostik Molekuler membantu mendeteksi kanker, menentukan stadium penyakit, serta mengevaluasi hasil pengobatan.
6.    Rehabilitasi Medik dan Perawatan Paliatif
Pasien juga memperoleh layanan rehabilitasi medik, konsultasi gizi klinik, dan perawatan paliatif untuk mendukung kualitas hidup selama menjalani terapi kanker.


Bersama Cegah dan Lawan Kanker

Risiko kanker dapat dikurangi dengan menerapkan gaya hidup sehat, menghindari faktor risiko, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Namun, apabila Anda mengalami gejala yang mengarah pada kanker atau memiliki faktor risiko tertentu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

Reservasi & Informasi : 0811-2665-352

Jam Operasional Poli Umum Kami

07.00 - 20.00 WIB