Di era digital, earphone telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Mulai dari mendengarkan musik, mengikuti rapat daring, menonton video, hingga bermain gim, hampir semua aktivitas dapat dilakukan dengan bantuan earphone. Namun di balik kemudahannya, penggunaan earphone yang tidak bijak dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan lebih dari 1 miliar remaja dan dewasa muda di dunia berisiko mengalami gangguan pendengaran akibat kebiasaan mendengarkan suara dengan tingkat kebisingan yang tidak aman. Risiko ini semakin meningkat apabila volume suara terlalu keras atau durasi penggunaan terlalu lama tanpa jeda.
Paparan suara keras secara terus-menerus dapat merusak sel-sel rambut halus (hair cells) di koklea atau telinga bagian dalam. Sel-sel ini berperan penting mengubah getaran suara menjadi impuls listrik yang kemudian diterjemahkan otak sebagai bunyi. Sayangnya, sel-sel tersebut tidak dapat beregenerasi. Kerusakan yang terjadi bersifat permanen dan dapat menyebabkan penurunan pendengaran yang menetap.
Gangguan pendengaran umumnya berkembang secara bertahap sehingga sering tidak disadari. Beberapa gejala yang patut diwaspadai antara lain:
Apabila keluhan tersebut muncul berulang atau semakin sering dirasakan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter spesialis THT-KL agar penyebabnya dapat diketahui sejak dini.
Beberapa kebiasaan sehari-hari tanpa disadari dapat mempercepat terjadinya gangguan pendengaran, di antaranya:
Semakin tinggi volume suara dan semakin lama durasi paparan, semakin besar pula risiko kerusakan pada organ pendengaran.
Earphone tetap dapat digunakan dengan aman apabila disertai kebiasaan yang tepat, antara lain:
Segera periksakan diri apabila mengalami:
Pemeriksaan sejak dini memungkinkan dokter menemukan penyebab gangguan pendengaran lebih cepat sehingga penanganan dapat diberikan secara tepat dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.
Pendengaran merupakan salah satu indera yang berperan penting dalam berkomunikasi, bekerja, belajar, serta menikmati interaksi bersama keluarga dan orang-orang terdekat. Sayangnya, banyak kasus gangguan pendengaran baru disadari ketika kondisinya sudah cukup berat.
Karena itu, jangan abaikan keluhan pada telinga meskipun terasa ringan. Dengan menerapkan kebiasaan mendengar yang aman dan melakukan pemeriksaan sejak dini apabila muncul keluhan, kesehatan pendengaran dapat dipertahankan hingga usia lanjut.
Apabila Anda atau anggota keluarga mengalami keluhan pada telinga maupun pendengaran, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan, Bedah Kepala dan Leher (THT-KL) di RS Indriati Solo Baru.
Mari mulai melindungi pendengaran dari sekarang. Pendengaran yang sehat adalah investasi untuk kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.