Suka Pakai Earphone Seharian? Waspadai Risiko Gangguan Pendengaran

dr. Dewi Pratiwi, SpTHT-KL, M.Kes
Author dr. Dewi Pratiwi, SpTHT-KL, M.Kes

Di era digital, earphone telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Mulai dari mendengarkan musik, mengikuti rapat daring, menonton video, hingga bermain gim, hampir semua aktivitas dapat dilakukan dengan bantuan earphone. Namun di balik kemudahannya, penggunaan earphone yang tidak bijak dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan lebih dari 1 miliar remaja dan dewasa muda di dunia berisiko mengalami gangguan pendengaran akibat kebiasaan mendengarkan suara dengan tingkat kebisingan yang tidak aman. Risiko ini semakin meningkat apabila volume suara terlalu keras atau durasi penggunaan terlalu lama tanpa jeda.

Paparan suara keras secara terus-menerus dapat merusak sel-sel rambut halus (hair cells) di koklea atau telinga bagian dalam. Sel-sel ini berperan penting mengubah getaran suara menjadi impuls listrik yang kemudian diterjemahkan otak sebagai bunyi. Sayangnya, sel-sel tersebut tidak dapat beregenerasi. Kerusakan yang terjadi bersifat permanen dan dapat menyebabkan penurunan pendengaran yang menetap.

Kenali Tanda-Tanda Awal Gangguan Pendengaran

Gangguan pendengaran umumnya berkembang secara bertahap sehingga sering tidak disadari. Beberapa gejala yang patut diwaspadai antara lain:

  • Telinga berdenging (tinnitus) setelah menggunakan earphone.
  • Suara terdengar kurang jelas atau terasa lebih pelan dari biasanya.
  • Sering meminta lawan bicara mengulang ucapannya.
  • Kesulitan memahami percakapan, terutama di lingkungan yang ramai.
  • Kebiasaan menaikkan volume earphone atau televisi lebih tinggi dari sebelumnya.

Apabila keluhan tersebut muncul berulang atau semakin sering dirasakan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter spesialis THT-KL agar penyebabnya dapat diketahui sejak dini.

Kebiasaan yang Meningkatkan Risiko

Beberapa kebiasaan sehari-hari tanpa disadari dapat mempercepat terjadinya gangguan pendengaran, di antaranya:

  • Menggunakan earphone dengan volume melebihi 60% dari kapasitas maksimum.
  • Mendengarkan musik atau konten audio selama berjam-jam tanpa jeda.
  • Tidur sambil menggunakan earphone.
  • Menaikkan volume untuk menutupi suara bising di sekitar.
  • Menggunakan earphone di lingkungan yang bising, seperti kendaraan umum, pusat perbelanjaan, atau tempat kerja yang ramai.

Semakin tinggi volume suara dan semakin lama durasi paparan, semakin besar pula risiko kerusakan pada organ pendengaran.

Tips Menggunakan Earphone dengan Aman

Earphone tetap dapat digunakan dengan aman apabila disertai kebiasaan yang tepat, antara lain:

  • Terapkan aturan 60/60, yaitu menggunakan volume maksimal 60% dan membatasi penggunaan maksimal 60 menit setiap sesi.
  • Istirahatkan telinga selama 5–10 menit sebelum kembali menggunakan earphone.
  • Manfaatkan fitur pembatas volume (volume limit) pada ponsel atau perangkat elektronik bila tersedia.
  • Hindari tidur sambil memakai earphone.
  • Gunakan earphone dengan fitur noise cancelling saat berada di lingkungan bising agar tidak perlu menaikkan volume terlalu tinggi.
  • Bersihkan earphone secara berkala untuk mencegah penumpukan kotoran dan bakteri.

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?

Segera periksakan diri apabila mengalami:

  • Telinga berdenging yang menetap.
  • Penurunan pendengaran secara tiba-tiba.
  • Nyeri telinga.
  • Keluar cairan dari telinga.
  • Kesulitan mendengar yang semakin memberat.

Pemeriksaan sejak dini memungkinkan dokter menemukan penyebab gangguan pendengaran lebih cepat sehingga penanganan dapat diberikan secara tepat dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.

Jaga Pendengaran, Jaga Kualitas Hidup

Pendengaran merupakan salah satu indera yang berperan penting dalam berkomunikasi, bekerja, belajar, serta menikmati interaksi bersama keluarga dan orang-orang terdekat. Sayangnya, banyak kasus gangguan pendengaran baru disadari ketika kondisinya sudah cukup berat.

Karena itu, jangan abaikan keluhan pada telinga meskipun terasa ringan. Dengan menerapkan kebiasaan mendengar yang aman dan melakukan pemeriksaan sejak dini apabila muncul keluhan, kesehatan pendengaran dapat dipertahankan hingga usia lanjut.

Apabila Anda atau anggota keluarga mengalami keluhan pada telinga maupun pendengaran, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan, Bedah Kepala dan Leher (THT-KL) di RS Indriati Solo Baru.

Mari mulai melindungi pendengaran dari sekarang. Pendengaran yang sehat adalah investasi untuk kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.

Our Experts

  • dr. Dewi Pratiwi, SpTHT-KL, M.Kes dr. Dewi Pratiwi, SpTHT-KL, M.Kes (Author)
  • dr. Ratna Setyo Wigiyatni, SpTHT, M.Si, Med dr. Ratna Setyo Wigiyatni, SpTHT, M.Si, Med
  • dr. Hutami Laksmi Dewi, SpTHT-KL, M.Kes dr. Hutami Laksmi Dewi, SpTHT-KL, M.Kes
  • dr. Dimas Adi Nugroho, SpTHT-KL dr. Dimas Adi Nugroho, SpTHT-KL