Saraf Terjepit? Jangan Panik, Tidak Selalu Harus Operasi! Interventional Pain Management Solusinya

dr. Peter Michel Souisa, MKes, SpN, FIN, AIFO-K
Author dr. Peter Michel Souisa, MKes, SpN, FIN, AIFO-K

Kuliah seharian di depan laptop, bekerja berjam-jam, push rank game online, berolahraga dengan teknik yang kurang tepat, hingga rebahan sambil scrolling media sosial sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak anak muda saat ini. Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya saraf terjepit.

Banyak orang menganggap saraf terjepit hanya dialami oleh orang lanjut usia. Faktanya, kondisi ini juga dapat terjadi pada usia produktif, terutama pada mereka yang memiliki aktivitas dengan posisi tubuh yang kurang ergonomis atau sering melakukan gerakan yang memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang.

Apa Itu Saraf Terjepit?

Saraf terjepit adalah kondisi ketika saraf mengalami tekanan dari jaringan di sekitarnya, seperti bantalan tulang belakang yang menonjol (Hernia Nucleus Pulposus / HNP), tulang, sendi, atau ligamen. Tekanan tersebut dapat menyebabkan gangguan pada fungsi saraf sehingga menimbulkan berbagai keluhan.

Saraf terjepit dapat terjadi pada leher maupun pinggang. Keluhan yang muncul tidak hanya berupa nyeri, tetapi juga dapat menjalar ke area lain sesuai jalur saraf yang terdampak.

Kenali Gejalanya

Jangan abaikan apabila Anda mengalami beberapa gejala berikut:

  • Nyeri leher atau nyeri pinggang yang menetap.
  • Nyeri menjalar ke bahu, lengan, bokong, atau tungkai.
  • Kesemutan atau rasa baal pada tangan maupun kaki.
  • Sensasi seperti tersetrum pada anggota tubuh tertentu.
  • Kelemahan otot sehingga tangan atau kaki terasa tidak bertenaga.
  • Aktivitas sehari-hari menjadi terganggu akibat nyeri.

Apabila keluhan berlangsung terus-menerus, segera lakukan pemeriksaan ke dokter agar penyebabnya dapat diketahui sejak dini.

Benarkah Saraf Terjepit Harus Operasi?

Ini merupakan salah satu mitos yang masih sering dipercaya masyarakat.

Faktanya, tidak semua kasus saraf terjepit memerlukan operasi. Banyak pasien yang dapat membaik melalui pengobatan, fisioterapi, rehabilitasi medik, modifikasi aktivitas, hingga tindakan minimal invasif sesuai kondisi masing-masing.

Pemilihan terapi akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, tingkat keparahan gejala, serta hasil pemeriksaan penunjang seperti MRI apabila diperlukan.

Interventional Pain Management: Solusi Nyeri Tanpa Operasi

Salah satu perkembangan dalam penanganan saraf terjepit adalah Interventional Pain Management, yaitu prosedur minimal invasif yang bertujuan mengurangi nyeri dan peradangan pada saraf yang mengalami gangguan.

Tindakan ini dilakukan secara tepat sasaran dengan bantuan teknologi pencitraan sehingga obat dapat diberikan langsung ke area sumber nyeri. Karena tidak memerlukan sayatan besar, prosedur ini umumnya memiliki waktu tindakan yang relatif singkat dan masa pemulihan yang lebih cepat dibandingkan operasi pada kasus yang sesuai.

Namun, perlu dipahami bahwa tidak semua pasien saraf terjepit dapat menjalani tindakan ini. Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan terapi yang paling tepat bagi setiap pasien.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter apabila Anda mengalami:

  • Nyeri yang tidak membaik setelah beristirahat atau mengonsumsi obat.
  • Nyeri yang semakin berat dari waktu ke waktu.
  • Kesemutan atau mati rasa yang menetap.
  • Kelemahan pada tangan atau kaki.
  • Gangguan aktivitas sehari-hari akibat nyeri.

Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan saraf yang lebih berat.

Konsultasikan Keluhan Anda di RS Indriati Solo Baru

Apabila Anda mengalami keluhan saraf terjepit, jangan menunggu hingga kondisi semakin mengganggu aktivitas. RS Indriati Solo Baru menyediakan layanan konsultasi dan penanganan saraf secara komprehensif, didukung fasilitas diagnostik seperti MRI serta berbagai pilihan terapi sesuai kebutuhan pasien.

Salah satu dokter yang dapat Anda konsultasikan adalah dr. Peter Michel Souisa, M.Kes, Sp.N, FIN, AIFO-K, dokter spesialis saraf yang menangani berbagai gangguan saraf, termasuk saraf terjepit dan layanan Interventional Pain Management.

Dengan diagnosis yang tepat dan penanganan yang sesuai, saraf terjepit tidak selalu berakhir dengan operasi.

Our Experts

  • dr. Peter Michel Souisa, MKes, SpN, FIN, AIFO-K dr. Peter Michel Souisa, MKes, SpN, FIN, AIFO-K (Author)
  • dr. Subandi, SpS Interv. dr. Subandi, SpS Interv.
  • dr. Martha Iccha Kertawari Buntoro, SpS, M.Kes dr. Martha Iccha Kertawari Buntoro, SpS, M.Kes
  • dr. Indriany Widhowaty, Sp.S, Sp.Ak dr. Indriany Widhowaty, Sp.S, Sp.Ak
  • dr. Erwin Widi Nugraha, SpN dr. Erwin Widi Nugraha, SpN