Mengenal Vaksin HPV: Investasi Masa Depan Bebas Kanker Serviks

dr. Retno Kusumaningrum, SpOG
Author dr. Retno Kusumaningrum, SpOG

Mengenal Vaksin HPV: Investasi Masa Depan Bebas Kanker Serviks

Anda pernah mendengar tentang Vaksin HPV? Bukannya vaksin biasanya untuk bayi dan anak-anak? Eits, tunggu dulu, justru vaksin ini sangat penting untuk remaja dan orang dewasa. Dengan vaksin HPV, kita dapat menjaga masa depan yang bebas dari salah satu penyakit paling mematikan bagi wanita, yaitu Kanker Serviks.

Yuk, kita kupas tuntas mengenai vaksin ini?

Apa Sih HPV Itu? Kok Bisa Menyebabkan Kanker?

HPV (Human Papillomavirus) adalah virus yang menular melalui kontak kulit ke kulit atau hubungan seksual. WHO (World Health Organization) menyatakan bahwa sebagian besar orang yang aktif secara seksual akan terinfeksi virus ini dalam suatu masa di hidup mereka.

Sebenarnya, ada lebih dari 200 jenis virus HPV. Mayoritas di antaranya tidak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya berkat sistem imun tubuh kita. Tapi, ada beberapa jenis HPV berisiko tinggi yang jika menetap lama di dalam tubuh dapat mengubah sel-sel rahim menjadi sel kanker. Proses inilah yang memicu terjadinya Kanker Serviks.

Di Indonesia, kanker serviks menduduki peringkat kedua kanker paling sering menyerang wanita setelah kanker payudara. Padahal, kanker ini adalah salah satu jenis kanker yang paling bisa dicegah. Caranya? Ya, dengan Vaksin HPV!

Bagaimana Cara Kerja Vaksin HPV?

Vaksin HPV bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi yang dapat melawan virus HPV. Ketika tubuh terpapar HPV di kemudian hari, antibodi tersebut akan mengenali dan mengikat virus sehingga dapat mencegah virus HPV menginfeksi sel tubuh. Vaksin HPV dibuat berbasis virus-like particles (VLP) atau partikel mirip virus yang menyerupai struktur permukaan luar virus HPV, tetapi tidak mengandung DNA virus sehingga tidak menyebabkan infeksi. VLP mampu memicu respons imun yang kuat dan menghasilkan antibodi dalam jumlah tinggi, sehingga vaksin HPV efektif dalam mencegah infeksi HPV. 

Perlu diketahui, vaksin HPV tidak melindungi dari semua penyakit menular seksual dan tidak dapat mengobati infeksi HPV atau penyakit yang sudah terjadi akibat HPV.

Siapa Saja yang Perlu vaksin HPV?

  1. Anak usia 9-14 tahun

Vaksin HPV akan bekerja lebih optimal jika diberikan sebelum seseorang terpapar virus HPV, yaitu saat masih anak-anak dan belum aktif secara seksual. WHO merekomendasikan vaksin HPV diberikan kepada anak perempuan mulai usia 9 tahun. Vaksin ini idealnya diberikan untuk anak usia 9–14 tahun sebanyak 2 dosis dengan jarak pemberian sekitar 6–12 bulan. 

  1. Remaja dan Dewasa 

Bagi yang belum vaksin HPV saat masih anak-anak, jangan berkecil hati. Vaksin ini juga dianjurkan untuk remaja usia 15 tahun hingga orang dewasa usia 26 tahun. Pada kelompok ini, vaksin HPV diberikan sebanyak 3 dosis, yaitu dosis kedua 1–2 bulan setelah dosis pertama dan dosis ketiga sekitar 6 bulan setelah dosis kedua. Individu yang sudah menikah atau aktif secara seksual tetap dapat menerima vaksin HPV setelah berkonsultasi dengan dokter. 

"Saya Kan Laki-laki, Berarti Engga Perlu Vaksin HPV dong?"

Ini adalah mitos yang masih sering dipercaya. Faktanya, HPV tidak hanya menyerang perempuan, tetapi juga dapat menginfeksi laki-laki. Pada laki-laki, HPV dapat menyebabkan kutil kelamin, kanker anus, hingga kanker penis. Selain melindungi diri sendiri, vaksinasi HPV pada laki-laki juga membantu mengurangi penularan virus kepada pasangan. Jika dosis pertama diberikan sebelum usia 15 tahun, vaksin umumnya diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak 6–12 bulan. Sementara itu, jika vaksin pertama diberikan setelah usia 15 tahun, vaksin diberikan sebanyak 3 dosis, yaitu dosis kedua 1–2 bulan setelah dosis pertama dan dosis ketiga sekitar 6 bulan setelah dosis pertama. 

Apakah ada Efek Sampingnya?

Efek samping yang muncul biasanya sangat ringan dan bersifat sementara, seperti:

  1. Pegal, nyeri, dan kemerahan di area bekas suntikan

  2. Demam

  3. Sakit kepala ringan

  4. Lemas

Gejala-gejala ini normal dan biasanya hilang dalam 1-2 hari serta bisa diatasi dengan istirahat yang cukup.

Yuk, Lindungi Diri dan Orang Tersayang Mulai Hari Ini!

Jika Anda ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai vaksinasi HPV atau menjadwalkan vaksin, dokter spesialis di RS Indriati siap membantu memberikan informasi dan perlindungan terbaik untuk Anda dan keluarga. Karena menjaga kesehatan hari ini adalah investasi penting untuk masa depan. 

Our Experts

  • dr. Retno Kusumaningrum, SpOG dr. Retno Kusumaningrum, SpOG (Author)
  • dr. Sri Purwatiningsih, SpOG dr. Sri Purwatiningsih, SpOG
  • dr. Affi Angelia Ratnasari, SpOG (K), M.Kes. dr. Affi Angelia Ratnasari, SpOG (K), M.Kes.
  • dr. Tommy Febrianto, SpOG dr. Tommy Febrianto, SpOG
  • dr. Antonius Darmawan, SpOG dr. Antonius Darmawan, SpOG
  • dr. Eka Budi Wahyana, Sp.OG(K), M.Kes dr. Eka Budi Wahyana, Sp.OG(K), M.Kes
  • dr. Robert Ridwan, Sp.OG dr. Robert Ridwan, Sp.OG
  • dr. Awan Nurtjahyo, SpOG (K) dr. Awan Nurtjahyo, SpOG (K)
  • dr. Palupi Widiasih, Sp.OG dr. Palupi Widiasih, Sp.OG
  • DR. dr. Hermawan Udiyanto, Sp.OG(K) DR. dr. Hermawan Udiyanto, Sp.OG(K)