Bagi sebagian orang menunggu adalah hal yang membosankan. Saat di ruang tunggu rumah sakit, seringkali refleks pertama kita yakni mengeluarkan handphone untuk scrolling media sosial atau mengobrol dengan keluarga untuk mengurangi rasa cemas. Namun, ketika menjalani PET Scan (Positron Emission Tomography) aktivitas tersebut harus ditahan dan tidak boleh dilakukan selama pemeriksaan berlangsung. Mengapa aturan ini begitu ketat?
Untuk memahami larangan ini, kita perlu mengetahui bagaimana cara kerja PET Scan. Sebelum dipindai oleh mesin, pasien akan disuntikkan zat perunut radioaktif seperti FDG (fluorodeoxyglucose) yang memiliki karakteristik mirip glukosa. Prinsip dasar pemeriksaan ini yaitu melacak kemana gula tersebut pergi. Sel tubuh yang memiliki metabolisme tubuh seperti sel kanker akan menyerap zat FGD dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan sel normal. Pada area tersebut hasil pindaian akan menunjukkan gambar yang lebih terang.
Ketika Otot “Mencuri” Zat Perunut
Larangan berbicara dan mengobrol bukan hanya tentang menjaga ketenangan di rumah sakit. Secara biologis, saat seseorang berbicara, mengunyah permen, atau bahkan terbatuk, otot-otot di sekitar wajah dan rahang akan berkontraksi secara aktif. Otot yang bergerak membutuhkan energi berupa glukosa. Akibatnya,zat perunut FGD yang seharusnya menuju pada sel target (tumor, kanker, dll) justru berbelok arah pada otot-otot wajah.
Sama halnya dengan mengobrol, bermain HP juga memicu aktivitas fisik dan mental yang intens. Saat melihat layar ponsel banyak bagian tubuh yang ikut bekerja. Saraf optik aktif saat mata memproses cahaya dan visual dari layar gawai. Otot-otot jari bergerak aktif untuk menggeser atau mengetik di layar. Begitu pula pada organ otak, ia berpikir atas informasi yang diperoleh. Banyaknya aktivitas yang dilakukan pada beberapa organ akan menyerap zat FDG secara agresif. Zat perunut justru berkumpul pada area yang bukan seharusnya. Hal ini dapat menciptakan bias dan mengaburkan citra medis yang dihasilkan.
Demi keakuratan hasil citra, pasien wajib mematuhi aturan pembatasan aktivitas ini pada dua fase krusial:
Fase Uptake (Menunggu setelah disuntik): Berlangsung selama 45 hingga 60 menit. Ini adalah waktu bagi zat perunut untuk menyebar ke seluruh tubuh. Pasien diminta duduk atau berbaring di ruangan khusus yang tenang tanpa melakukan aktivitas apa pun. Bahkan pada pemeriksaan evaluasi metabolisme otak pada pasien tertentu diminta untuk istirahat dan ruangan dalam kondisi redup / gelap supaya aktivitas otak bisaseminimal mungkin.
Fase Pemindaian (Di dalam mesin): Berlangsung sekitar 20 hingga 30 menit saat tubuh Anda dipindai oleh mesin PET Scan
Ketenangan saat PET Scan sangat mendukung hasil pemindaian. Apabila Anda khawatir akan bosan atau cemas, Anda bisa melakukan hal aman seperti berikut: mencoba tidur atau beristirahat total, meditasi ringan atau berdoa dalam hati, dan melakukan teknik pernapasan untuk mengurangi rasa cemas.
PET Scan di RS Indriati Solo Baru
Demi mendukung penegakan diagnosis yang presisi dan terpercaya, Layanan Rumah Sakit Indriati hadir dilengkapi dengan teknologi PET Scan mutakhir dan didampingi oleh tim dokter spesialis serta radiografer yang berpengalaman. Kami menyediakan ruang tunggu khusus yang tenang untuk memberikan kenyamanan. Jangan tunda langkah penting untuk masa depan kesehatan Anda.
Jadwalkan pemeriksaan PET Scan di RS Indriati Solo Baru. Manfaatkan Promo Spesial PET Scan dengan biaya All-In hanya Rp9,9 Juta (harga normal 13,5 Juta). Kami juga memberikan kemudahan cicilan kartu kredit 0% hingga 12 bulan untuk pengguna kartu kredit bank yang telah bekerja sama dengan Rumah Sakit Indriati Solo Baru. Layanan dengan harga khusus ini berlaku terbatas untuk periode pemeriksaan 20 Mei hingga 30 Juni 2026. Hubungi Layanan Pelanggan RS Indriati melalui 0271 5722 0000 atau 0851 3809 3775.