Jangan Cuma Takut Batuk Pilek! Ini Penyakit Anak yang Sering Dialami Saat Cuaca Panas

dr. Tita Natalia Manurung,Sp.A, M.Ked.Klin
Author dr. Tita Natalia Manurung,Sp.A, M.Ked.Klin

Jangan Cuma Takut Batuk Pilek! Ini Penyakit Anak yang Sering Dialami Saat Cuaca Panas

Musim kemarau dan cuaca panas sering kali menjadi waktu yang menyenangkan bagi anak-anak untuk bermain di luar rumah. Namun, di balik cerianya sinar matahari, cuaca yang panas dan kering menyimpan sejumlah risiko kesehatan. Si kecil imunitasnya masih berkembang sehingga mereka rentan terserang penyakit. Yuk Ayah Bunda, waspadai jenis penyakit yang sering terjadi di musim panas agar si kecil tetap aktif dan sehat.

Di musim kemarau, kondisi udara yang kering kerap membuat kita merasa seolah tangan sudah bersih dari kuman. Berbeda dengan musim hujan, saat benda-benda di sekitar basah dan kita lebih terdorong untuk mencuci tangan secara rutin. Di musim kemarau kebiasaan ini justru sering terabaikan.

Terlebih saat pasokan air bersih berkurang, akses terhadap air untuk praktik cuci tangan dan menjaga kebersihan pangan menjadi lebih terbatas. Hal ini meningkatkan risiko kontaminasi kuman pada makanan dan minuman.Anak-anak yang jajan sembarangan atau lupa mencuci tangan sangat rentan terkena diare dan muntaber (gastroenteritis). 

Di musim kemarau, debu yang mengandung kuman dan bakteri mudah beterbangan di udara terbuka. Angin kencang turut membawa polusi dan partikel halus yang dapat mengiritasi saluran napas anak.

Udara yang kering membuat mukosa hidung (lapisan lendir pelindung) menjadi lebih rapuh dan kering, sehingga virus dan bakteri lebih mudah masuk ke dalam tubuh. Itulah mengapa kasus ISPA termasuk batuk, pilek, radang tenggorokan cenderung meningkat saat musim kemarau panjang.

Saat cuaca panas, produksi keringat anak meningkat drastis. Jika kelenjar keringat tersumbat maka timbullah miliaria atau yang lebih dikenal sebagai biang keringat. Kondisi ini ditandai dengan ruam merah kecil-kecil yang terasa gatal di kulit. Jika anak menggaruk kulit yang gatal tersebut, bakteri atau jamur bisa masuk dan menyebabkan infeksi kulit yang lebih parah. 

Ayah bunda bisa pakaikan si kecil pakaian berbahan katun yang menyerap keringat, dan segera ganti dengan baju yang kering dan bersih jika sudah kotor. 

Dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan dan elektrolit daripada yang masuk, sehingga tubuh tidak dapat menjalankan fungsi normalnya dengan optimal. 

Anak-anak lebih rentan mengalami dehidrasi dibandingkan orang dewasa karena persentase cairan tubuh mereka lebih tinggi dan laju metabolisme yang lebih cepat. Artinya, cairan tubuh mereka lebih cepat menguap melalui keringat saat cuaca panas. Pastikan si kecil minum air yang cukup, terutama saat bermain atau beraktivitas di luar ruangan.

Dry eyes atau sindrom mata kering adalah gangguan pada lapisan air mata akibat kurangnya produksi air mata, atau karena air mata menguap terlalu cepat. Kombinasi suhu udara yang panas, kering, berangin, dan meningkatnya paparan debu serta polusi di musim kemarau mempercepat penguapan air mata si kecil. Hal ini menyebabkan mata anak menjadi kering (dry eyes), perih, dan memerah. 

Ayah Bunda perlu waspada jika si kecil sering mengucek mata, mata tampak merah atau berair, dan terasa perih atau mengganjal. 

Heatstroke adalah kondisi darurat medis serius yang terjadi akibat paparan panas berlebihan. Pada kondisi ini, suhu inti tubuh anak meningkat tajam hingga mencapai 40°C atau lebih dalam waktu singkat, sementara tubuh kehilangan kemampuannya untuk mendinginkan diri sendiri (kegagalan regulasi suhu).

Kondisi ini sering dipicu oleh aktivitas fisik berat di bawah terik matahari tanpa asupan cairan yang cukup, atau saat anak berada di ruangan tertutup yang sangat panas. Heatstroke berbeda dengan heat exhaustion (kelelahan akibat panas) dan memerlukan penanganan medis segera.

Mengingat banyaknya risiko kesehatan yang mengintai di musim kemarau, kesigapan Ayah dan Bunda dalam menjaga kebersihan serta hidrasi si kecil adalah kunci utama agar mereka tetap bisa bermain dengan ceria. Jangan tunggu sampai si kecil menunjukkan gejala sakit; mulailah dengan membiasakan cuci tangan secara rutin, memastikan kebutuhan nutrisi dan cairan harian mereka terpenuhi, dan membatasi aktivitas fisik di bawah terik matahari yang menyengat. Dengan langkah pencegahan yang tepat dan lingkungan yang bersih, Ayah dan Bunda dapat melindungi si kecil dari berbagai ancaman penyakit musim panas sehingga mereka tetap tumbuh aktif, sehat, dan ceria.

Our Experts

  • dr. Tita Natalia Manurung,Sp.A, M.Ked.Klin dr. Tita Natalia Manurung,Sp.A, M.Ked.Klin (Author)
  • dr. Astri Tantri Indriani Sp.A, Subsp. Neo, M.Kes dr. Astri Tantri Indriani Sp.A, Subsp. Neo, M.Kes
  • dr. Muhammad Riza, SpA (K), M.Kes dr. Muhammad Riza, SpA (K), M.Kes
  • dr. Ida Farida Nurohmah, M.Kes, SpA dr. Ida Farida Nurohmah, M.Kes, SpA
  • dr. Pongky Suryo Triwati, SpA dr. Pongky Suryo Triwati, SpA
  • dr. Tatag Nurhidayat, SpA dr. Tatag Nurhidayat, SpA
  • dr. Indriany Widhowaty, Sp.S, Sp.Ak dr. Indriany Widhowaty, Sp.S, Sp.Ak
  • dr. Bagus, Artiko, SpA(K) dr. Bagus, Artiko, SpA(K)
  • dr. Agustina Wulandari, Sp.A., Subsp.Nefro(K)., M.Kes dr. Agustina Wulandari, Sp.A., Subsp.Nefro(K)., M.Kes