ERACS: Metode Operasi Caesar yang Bikin Ibu Cepat Pulih dan Minim Nyeri

dr. Tommy Febrianto, SpOG
Author dr. Tommy Febrianto, SpOG

ERACS: Metode Operasi Caesar yang Bikin Ibu Cepat Pulih dan Minim Nyeri

Mendengar kata "operasi Caesar", sebagian besar calon ibu mungkin langsung membayangkan proses pemulihan yang lama dan rasa nyeri pasca-operasi yang hebat. Namun, dunia medis terus berkembang. Kini, ada metode yang sedang populer dan menjadi pilihan utama para ibu, yaitu ERACS.

Apa sebenarnya ERACS itu, dan mengapa metode ini diklaim bisa membuat ibu langsung bergerak beberapa jam setelah melahirkan? Yuk, kita bedah bersama

Apa itu metode ERACS?

ERACS adalah singkatan dari Enhanced Recovery After Cesarean Surgery. Sederhananya, ini adalah protokol khusus yang dirancang untuk mempercepat proses pemulihan ibu setelah menjalani operasi Caesar. Metode ini terbukti meminimalkan rasa nyeri pada pasien ERACS dibanding pasien non ERACS.  

Mengapa ERACS lebih nyaman? Ini Perbedaannya dengan Caesar Konvensional 

  • Waktu Puasa

Pada pasien non ERACS biasanya direkomendasikan puasa penuh 8 jam sebelum operasi. sedangkan metode ERACS, pasien puasa makan padat hanya 6 jam. Ibu masih boleh minum air gula/jus tanpa ampas hingga 2 jam sebelum operasi agar punya energi. 

  • Dosis Anestesi

Metode konvensional menggunakan dosis bius standar dan memberikan efek mati rasa pada kaki bertahan lebih lama. Adapun pada metode eracs menggunakan jarum spinal super kecil dengan dosis anestesi yang disesuaikan agar efek bius cepat hilang pasca-operasi. 

  • Manajemen Nyeri

Rasa sakit pasca operasi berkurang karena pemberian kombinasi obat anti nyeri non-opioid secara terjadwal sejak sebelum dan selama operasi. 

  • Pasca Operasi

Dengan metode ERACS, ibu sudah bisa duduk dalam kurun waktu 2 jam dan belajar berjalan dalam waktu 6 jam pasca operasi. Ibu juga bisa melepas kateter lebih cepat untuk memicu ibu bergerak ke toilet. Selain itu, ibu juga sudah diperbolehkan mengonsumsi makanan dan minuman untuk memulihkan energi. Dalam waktu 12-24 jam pasca operasi, ibu diharapkan sudah bisa berjalan mandiri dan nyaman menggendong serta menyusui buah hati tanpa terhalang rasa nyeri yang intens. 

Metode ERACS memberikan dampak positif psikologi dan fisik Ibu. Ibu memiliki trauma nyeri yang minim, dapat lebih cepat bonding dengan bayi, serta mengurangi risiko komplikasi. Meskipun ERACS menawarkan kenyamanan luar biasa, metode ini memerlukan skrining kesehatan yang ketat. Ibu dengan kondisi medis tertentu seperti preeklampsia berat, gangguan pembekuan darah, atau komplikasi plasenta tetap harus berkonsultasi mendalam dengan dokter spesialis kandungan dan dokter anestesi untuk menentukan teknik terbaik.

Our Experts

  • dr. Tommy Febrianto, SpOG dr. Tommy Febrianto, SpOG (Author)
  • dr. Sri Purwatiningsih, SpOG dr. Sri Purwatiningsih, SpOG
  • dr. Affi Angelia Ratnasari, SpOG (K), M.Kes. dr. Affi Angelia Ratnasari, SpOG (K), M.Kes.
  • dr. Retno Kusumaningrum, SpOG dr. Retno Kusumaningrum, SpOG
  • dr. Antonius Darmawan, SpOG dr. Antonius Darmawan, SpOG
  • dr. Eka Budi Wahyana, Sp.OG(K), M.Kes dr. Eka Budi Wahyana, Sp.OG(K), M.Kes
  • dr. Robert Ridwan, Sp.OG dr. Robert Ridwan, Sp.OG
  • dr. Awan Nurtjahyo, SpOG (K) dr. Awan Nurtjahyo, SpOG (K)
  • dr. Palupi Widiasih, Sp.OG dr. Palupi Widiasih, Sp.OG
  • DR. dr. Hermawan Udiyanto, Sp.OG(K) DR. dr. Hermawan Udiyanto, Sp.OG(K)