Psoriasis merupakan penyakit kulit kronis yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh. Psoriasis juga termasuk salah satu penyakit autoimun, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh mengalami gangguan dan menyerang jaringan tubuh sendiri. Kondisi ini menyebabkan munculnya bercak merah, kulit menebal, dan sisik pada kulit yang dapat kambuh sewaktu-waktu. Psoriasis bersifat kronis dan kambuhan, sehingga gejalanya dapat muncul, membaik, kemudian kambuh kembali. Melalui Bulan Kesadaran Psoriasis, penting bagi masyarakat untuk mengenali tanda-tandanya, memahami faktor yang dapat memicu psoriasis, serta mengetahui pentingnya penanganan yang tepat.
Psoriasis adalah penyakit inflamasi kronis yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyebabkan pergantian sel kulit berlangsung terlalu cepat. Sebagai penyakit yang berkaitan dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, psoriasis dapat menyebabkan proses peradangan berlangsung secara terus-menerus dan memengaruhi kondisi kulit. Akibatnya, sel-sel kulit menumpuk di permukaan dan membentuk bercak atau plak yang menebal dan bersisik. Psoriasis dapat terjadi pada siapa saja. Gejalanya dapat muncul dan membaik secara bergantian, dengan tingkat keparahan yang berbeda pada setiap orang.
Gejala psoriasis dapat berbeda pada setiap orang, tergantung jenis dan tingkat keparahannya. Beberapa tanda yang umum antara lain:
1. Bercak merah atau menebal pada kulit atau bersisik putih keperakan.
2. Kulit terasa gatal, kering, atau nyeri.
3. Kulit pecah-pecah dan dapat berdarah.
4. Kuku berubah warna, menebal, atau mudah rapuh.
5. Nyeri atau kaku pada persendian pada sebagian penderita.
Psoriasis dapat terjadi pada siapa saja dan bukan merupakan penyakit menular. Gejalanya dapat muncul dan membaik secara bergantian, dengan tingkat keparahan yang berbeda pada setiap orang.
Beberapa faktor yang dapat memicu atau memperburuk psoriasis antara lain:
1. Stres.
2. Cedera atau iritasi pada kulit.
3. Infeksi tertentu.
4. Merokok.
5. Konsumsi alkohol.
6. Paparan sinar ultraviolet secara berlebihan hingga menyebabkan kulit terbakar.
7. Faktor lingkungan atau kondisi tertentu lainnya.
Mengenali pemicu pribadi dapat membantu penderita mengurangi risiko kekambuhan.\
Jenis-Jenis Psoriasis
Psoriasis memiliki beberapa jenis dengan karakteristik yang berbeda, yaitu:
1. Psoriasis Plak: Bercak merah tebal dengan sisik putih keperakan, paling sering pada siku, lutut, dan kulit kepala.
2. Psoriasis Gutata: Bintik-bintik kecil seperti tetesan air yang muncul di berbagai bagian tubuh.
3. Psoriasis Inversa: Bercak merah dan licin pada lipatan kulit, seperti ketiak dan selangkangan.
4. Psoriasis Pustular: Benjolan atau lepuhan berisi nanah pada kulit.
5. Psoriasis Eritrodermik: Kemerahan dan pengelupasan kulit yang luas serta dapat terasa nyeri atau terbakar.
6. Psoriasis Kuku: Kuku berubah warna, menebal, rapuh, atau berlubang.
7. Psoriasis Artritis: Psoriasis yang disertai nyeri, kaku, atau pembengkakan pada persendian.
Psoriasis merupakan penyakit kronis yang dapat berlangsung dalam jangka panjang dan mengalami kekambuhan. Meskipun belum dapat disembuhkan secara permanen, gejalanya dapat dikendalikan dengan penanganan yang tepat.
Penanganan psoriasis disesuaikan dengan jenis dan tingkat keparahan kondisi pasien. Beberapa pilihan penanganan meliputi:
1. Obat topikal, yaitu obat yang dioleskan langsung pada kulit.
2. Fototerapi, yaitu terapi menggunakan cahaya tertentu di bawah pengawasan dokter.
3. Obat sistemik, yaitu obat yang bekerja pada seluruh tubuh.
4. Terapi biologis, yang dapat digunakan pada kondisi psoriasis tertentu.
Pemeriksaan dan penanganan oleh dokter diperlukan untuk menentukan terapi yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Jika mengalami keluhan kulit yang menetap, sering kambuh, semakin luas, terasa gatal atau nyeri, serta disertai perubahan pada kuku maupun persendian, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Keluhan yang menyerupai psoriasis perlu diperiksa untuk memastikan diagnosis dan menentukan penanganan yang sesuai.
Untuk keluhan kulit dan kelamin, RS Indriati Solo Baru menyediakan layanan Poli Kulit dan Kelamin yang dapat menjadi pilihan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan oleh dokter spesialis kulit dan kelamin.
Layanan ini ditangani oleh dokter spesialis kulit dan kelamin, yaitu:
1) dr. Irene Ardiani Pramudya Wardhani, Sp.DVE
2) dr. Dyah Cinde Cahyani, Sp.DVE
3) dr. Ivony Moesa, Sp.DVE
Jika mengalami gejala yang mengarah pada psoriasis, jangan mendiagnosis atau mengobati sendiri. Konsultasikan kondisi kulit kepada dokter spesialis kulit dan kelamin untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.
Psoriasis bukan sekadar masalah kulit dan bukan penyakit menular. Sebagai penyakit autoimun yang bersifat kronis dan kambuhan, psoriasis membutuhkan perhatian dan pengelolaan yang berkelanjutan. Dengan mengenali gejala, memahami faktor yang dapat memicunya, serta mendapatkan penanganan yang tepat, psoriasis dapat dikendalikan dan kualitas hidup tetap terjaga.
Jangan biarkan psoriasis mengganggu aktivitas dan kualitas hidup. Penanganan yang tepat dapat membantu mengendalikan gejala dan mengurangi dampak psoriasis dalam kehidupan sehari-hari.
Jika Anda mengalami keluhan kulit yang menetap, berulang, atau mengarah pada psoriasis, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin.
RS Indriati Solo Baru siap mendukung kebutuhan kesehatan kulit Anda melalui layanan Poli Kulit dan Kelamin.
Kenali gejalanya, jangan abaikan keluhannya, dan konsultasikan kepada ahlinya.
RS Indriati Solo Baru
Jl. Palem Raya, Langenharjo, Sukoharjo, Jawa Tengah
Call Center: (0271) 572 2000
IGD 24 Jam: (0271) 572 2999
Untuk informasi jadwal dokter, layanan, dan reservasi, masyarakat dapat menghubungi RS Indriati Solo Baru melalui kontak resmi atau mengakses website rumah sakit
07.00 - 20.00 WIB