Bahaya Screen Time Berlebihan, Benarkah Bisa Menghambat Tumbuh Kembang Anak?

Bahaya Screen Time Berlebihan, Benarkah Bisa Menghambat Tumbuh Kembang Anak?


Di zaman sekarang, rasanya gadget sudah jadi "teman" sehari-hari anak. Mulai dari nonton kartun, main game, sampai belajar lewat aplikasi, semuanya bisa dilakukan hanya lewat satu layar. Memang, gadget punya banyak manfaat kalau digunakan dengan bijak. Tapi kalau waktu bermain gadget sudah kelewat lama, orang tua juga perlu mulai waspada.

Apa itu Screen Time?


Screen time adalah waktu yang dihabiskan anak di depan layar, seperti handphone, tablet, komputer, televisi, atau gadget lainnya. Semakin bertambah usia, biasanya screen time anak juga ikut meningkat. Apalagi jika orang tua sedang sibuk bekerja atau anak sudah terbiasa diberi gadget untuk mengisi waktu luang.
Padahal, masa kanak-kanak adalah periode emas (golden age) di mana otak berkembang sangat pesat. Di usia inilah anak membutuhkan banyak stimulasi dari lingkungan sekitar, bukan hanya dari layar.

Dampak Screen Time Berlebihan pada Anak


1. Perkembangan bicara bisa lebih lambat
Anak belajar berbicara bukan dari mendengarkan suara di gadget saja, tetapi dari percakapan dua arah dengan orang tua, saudara, atau teman bermain. Kalau lebih sering menonton daripada mengobrol, kemampuan bahasa anak bisa berkembang lebih lambat.

2. Sulit fokus dan berkonsentrasi
Konten di media digital biasanya bergerak cepat dan penuh warna sehingga otak anak terbiasa menerima stimulasi secara instan. Akibatnya, saat harus belajar atau membaca buku, anak bisa lebih mudah bosan dan sulit berkonsentrasi.

3. Gangguan tidur
Menggunakan gadget terlalu lama, terutama menjelang tidur, dapat membuat anak lebih sulit mengantuk. Cahaya dari layar juga dapat mengganggu kualitas tidur, padahal tidur yang cukup sangat penting untuk proses pertumbuhan dan perkembangan otak.

4. Kurang aktif bergerak
Semakin lama anak duduk bermain gadget, semakin sedikit waktu yang digunakan untuk berlari, melompat, atau bermain di luar rumah. Akibatnya, perkembangan motorik, kesehatan tulang, hingga kebugaran tubuh juga bisa ikut terdampak.

5. Kemampuan bersosialisasi berkurang
Bermain bersama teman mengajarkan anak cara berbagi, bekerja sama, dan memahami perasaan orang lain. Jika sebagian besar waktunya dihabiskan bersama gadget, kesempatan untuk belajar keterampilan sosial juga menjadi lebih sedikit.

Berapa Lama Screen Time yang Dianjurkan?


Setiap usia memiliki kebutuhan yang berbeda. Secara umum, berikut panduan yang bisa diterapkan:

  • Usia di bawah 2 tahun: Sebaiknya tidak menggunakan gadget, kecuali untuk video call dengan keluarga.
  • Usia 2–5 tahun: Maksimal sekitar 1 jam per hari dengan konten yang edukatif dan didampingi orang tua.
  • Usia di atas 5 tahun: Tetapkan batas waktu yang konsisten serta pastikan anak tetap memiliki waktu untuk belajar, bermain, berolahraga, dan tidur yang cukup.
    Yang paling penting bukan hanya durasinya, tetapi juga kualitas konten yang ditonton dan pendampingan dari orang tua.

Tips Mengurangi Screen Time


Mengurangi screen time memang tidak selalu mudah. Tapi beberapa cara berikut bisa dicoba:

  •  Buat jadwal penggunaan gadget yang konsisten setiap hari.
  • Hindari memberikan gadget saat makan atau menjelang tidur.
  • Ajak anak melakukan aktivitas seru seperti membaca buku, menggambar, bermain puzzle, bersepeda, atau bermain di luar rumah.
  • Jadilah contoh yang baik. Anak biasanya meniru kebiasaan orang tua, termasuk dalam penggunaan gadget.
  • Luangkan waktu untuk bermain dan mengobrol bersama anak agar mereka tidak selalu mencari hiburan dari layar.

Kapan Orang Tua Perlu Berkonsultasi?
Jika anak terlihat mengalami keterlambatan bicara, sulit berkonsentrasi, kurang aktif, mengalami gangguan tidur, atau menunjukkan ketergantungan pada gadget hingga sulit dialihkan ke aktivitas lain, sebaiknya jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mengetahui penyebabnya sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat.

Yuk, Pantau Tumbuh Kembang Si Kecil di RS Indriati Solo Baru
Setiap anak memiliki proses tumbuh kembang yang berbeda. Jika Ayah dan Bunda memiliki kekhawatiran terkait perkembangan si kecil atau ingin melakukan pemeriksaan tumbuh kembang secara menyeluruh, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak di RS Indriati Solo Baru.
Layanan dokter spesialis anak yang tersedia:

  •  dr. Pongky Suryotriwati, Sp.A
  • Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A(K)
  •  dr. Agustina Wulandari, Sp.A., Subsp.Nefro(K)., M.Kes
  •  dr. Bagus Artiko, Sp.A., Subsp.Kardio(K), M.Kes
  •  dr. Ida Farida Nurohmah, Sp.A., M.Kes
  •  ⁠dr. Tatag Nurhidayat, SpA
  •  ⁠dr. Astri Tantri Indriani Sp.A, Subsp. Neo, M.Kes
  • ⁠dr. Muhammad Riza, SpA (K), M.Kes
  • ⁠dr. Tita Natalia Manurung,Sp.A, M.Ked.Klin
  • ⁠dr. Lisa Marisa, IBCLC

Lokasi
Jl. Palem Raya, Langenharjo, Kec. Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Reservasi & Informasi

  •  WhatsApp: 0811-2665-352
  • Pusat Informasi: (0271) 5722 000
  • Mobile JKN untuk peserta BPJS Kesehatan
  • Pendaftaran online melalui website resmi: www.rsindriati.com
    Jangan tunggu sampai masalah tumbuh kembang mengganggu aktivitas si kecil. Deteksi lebih awal, konsultasikan dengan ahlinya, dan dampingi buah hati tumbuh sehat, aktif, serta berkembang secara optimal bersama RS Indriati Solo Baru.

Jam Operasional Poli Umum Kami

07.00 - 20.00 WIB