Apakah Asma Bisa Sembuh Total? Yuk Kenal Lebih dalam tentang Asma dari sudut pandang Medis
Dalam Rangka Hari Asma Sedunia 5 Mei 2026
Asma adalah penyakit kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan sesak napas akibat peradangan dan penyempitan saluran napas. Asma dapat dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Pada penderita asma, saluran napas menjadi lebih sensitif dibandingkan orang tanpa asma. Ketika paru-paru terpapar pemicu asma, maka otot-otot di saluran pernapasan akan kaku sehingga membuat saluran tersebut menyempit. Selain itu, produksi dahak juga meningkat. Kombinasi dari kondisi tersebut membuat penderita mengalami gejala asma.
Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan RI di tahun 2018, diperkirakan ada 2,4 persen dari seluruh penduduk Indonesia yang menderita asma. Sedangkan menurut data WHO di tahun 2019, penderita asma di seluruh dunia mencapai 262 juta orang, dengan angka kematian akibat asma mencapai 461.000 orang.
Penyebab Asma
Meskipun penyebab pasti asma belum sepenuhnya diketahui, penelitian menunjukkan bahwa asma berhubungan dengan kombinasi faktor genetik dan faktor lingkungan. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang dapat memicu terjadinya asma:
Bidang pekerjaan yang berisiko terpapar zat kimia, seperti petani, penata rambut, atau pekerja pabrik.
Gejala Asma
Gejala utama asma biasanya berupa gangguan pernapasan, seperti:
Gejala di atas bisa menyerupai penyakit lain. Namun, keluhan tersebut dapat dicurigai disebabkan oleh asma bila memiliki karakteristik berikut:
Selain itu, terdapat istilah serangan asma, yaitu kondisi ketika gejala tiba-tiba memburuk, baik secara mendadak maupun bertahap dalam beberapa hari. Serangan asma ditandai dengan:
Wajah tampak pucat dan berkeringat dingin
Untuk mendiagnosis asma, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan, mulai dari tanya jawab terkait gejala, riwayat kesehatan pasien dan keluarga, hingga pemeriksaan fisik.
Guna memastikan diagnosis, dokter juga akan memeriksa fungsi paru-paru pasien melalui beberapa tes berikut:
Jika diperlukan, dokter juga akan melakukan beberapa tes lanjutan, yang meliputi:
Pengobatan asma bertujuan untuk meredakan gejala, mencegah kekambuhan, dan menghindari timbulnya serangan asma yang lebih berat. Metode pengobatan akan ditentukan oleh dokter berdasarkan penyebab, tingkat keparahan, usia, serta respons pasien terhadap pengobatan.
Pengobatan asma dapat dilakukan dalam jangka pendek atau jangka panjang. Berikut ini adalah penjelasan masing-masing metode beserta pengobatannya:
Pengobatan jangka pendek
Metode pengobatan jangka pendek dilakukan untuk meredakan gejala dengan cepat saat serangan asma terjadi, sekaligus mencegah kekambuhan gejala. Jenis obat yang digunakan pada pengobatan jangka pendek adalah bronkodilator.
Ada tiga jenis obat yang dapat digunakan pada metode ini, yaitu:
Bronchial Thermoplasty
Bronchial thermoplasty adalah operasi untuk mengatasi asma yang parah dan tidak bisa ditangani dengan metode pengobatan lain. Meski begitu, tidak semua penderita asma cocok untuk menjalani prosedur ini. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan selang tipis dan lentur ke dalam paru-paru, untuk memanaskan otot-otot di sekitar saluran napas. Tujuannya adalah untuk merusak otot tersebut agar penyempitan pada saluran pernapasan dan serangan asma dapat berkurang.
Komplikasi Asma
Asma yang parah dapat menyebabkan status asmatikus, yaitu kondisi ketika penderita tidak merespons pengobatan biasa sehingga membutuhkan penanganan darurat di rumah sakit.
Status asmatikus dapat menimbulkan sejumlah komplikasi pada penderita asma, yaitu:
* Gangguan pada aktivitas sehari-hari, seperti tidur, bekerja, dan bersekolah
* Penyempitan saluran pernapasan secara permanen sehingga memengaruhi kemampuan bernapas
* Efek samping akibat penggunaan obat asma dalam jangka panjang
* Gangguan pertumbuhan dan gangguan belajar pada anak-anak
* Risiko stres, cemas, dan depresi yang lebih tinggi pada orang dewasa
Pencegahan Asma
Asma sulit dicegah karena penyebab terjadinya penyakit ini masih diteliti lebih lanjut. Meski begitu, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko kambuhnya gejala dan mencegah serangan asma menjadi lebih parah, yaitu:
* Menjalani pengobatan asma yang telah ditentukan oleh dokter, termasuk dengan mengonsumsi obat-obatan untuk asma secara rutin dan sesuai petunjuk dokter
* Menjalani vaksinasi flu dan pneumonia secara teratur
* Mengetahui pemicu munculnya gejala asma dan menghindarinya
* Mewaspadai tanda awal gejala asma
* Melakukan konsultasi dan pemeriksaan ke dokter bila pengobatan tidak juga mampu meredakan gejala
* Menjalani pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga dalam intensitas ringan secara teratur, dan tidak merokok
* Mengelola stres dengan baik
07.00 - 20.00 WIB